Corresponding Author vs First Author: Siapa yang Lebih Penting?

Corresponding Author vs First Author

Table of Contents

Corresponding Author vs First Author: Siapa yang Lebih Penting?

Dalam publikasi ilmiah, urutan nama penulis sering dianggap mencerminkan tingkat kontribusi. Karena itu, banyak peneliti mempertanyakan apakah corresponding author lebih penting daripada first author, atau sebaliknya.

Padahal, kedua posisi tersebut memiliki fungsi yang berbeda. First author umumnya merepresentasikan kontribusi utama terhadap penelitian, sedangkan corresponding bertanggung jawab mengelola komunikasi dengan jurnal selama proses publikasi. Memahami perbedaan ini penting agar pembagian peran dalam tim penelitian menjadi lebih jelas sejak awal.

First Author Berfokus pada Kontribusi Ilmiah

First author adalah penulis yang namanya tercantum pertama dalam artikel. Pada banyak disiplin ilmu, posisi ini biasanya diberikan kepada peneliti yang paling besar kontribusinya dalam penelitian.

Kontribusi tersebut umumnya meliputi:

  • Merancang penelitian,
  • Mengumpulkan dan menganalisis data,
  • Menyusun sebagian besar naskah,
  • Merevisi artikel berdasarkan masukan tim maupun reviewer.

Karena itu, posisi first author sering menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akademik, seperti promosi jabatan, beasiswa, atau rekam jejak penelitian.

Peran Corresponding Author Tidak Sama dengan Kontributor Terbesar

Berbeda dengan first, corresponding merupakan penulis yang menjadi kontak resmi antara tim penulis dan pihak jurnal.

Tanggung jawabnya mencakup pengiriman manuskrip, koordinasi revisi, memastikan seluruh penulis menyetujui versi akhir, hingga menangani komunikasi dengan editor setelah artikel diterbitkan.

Peran ini lebih menekankan aspek koordinasi dan akuntabilitas daripada besarnya kontribusi dalam penelitian.

Baca juga : 7 Tools Gratis untuk Menulis Artikel Ilmiah. Wajib Coba!

Apakah Corresponding Author Harus Menjadi First Author?

Tidak. Dalam praktiknya, corresponding tidak selalu berada di urutan pertama.

KondisiFirst AuthorCorresponding Author
Mahasiswa dibimbing dosenMahasiswaDosen pembimbing
Penelitian kolaboratifPeneliti utamaKetua tim riset
Penelitian individuPenulisPenulis

 

Pada penelitian mahasiswa, misalnya, mahasiswa sering menjadi first author karena mengerjakan sebagian besar penelitian, sedangkan dosen pembimbing menjadi corresponding karena mengelola proses komunikasi dengan jurnal.

Posisi Mana yang Lebih Berpengaruh?

Tidak ada posisi yang secara mutlak lebih penting karena keduanya dinilai dari aspek yang berbeda.

  • First author menunjukkan kontribusi ilmiah utama terhadap penelitian.
  • Corresponding author menunjukkan tanggung jawab dalam proses publikasi dan koordinasi dengan jurnal.

Dalam banyak evaluasi akademik, first author sering menjadi indikator kontribusi penelitian, sedangkan posisi author dapat mencerminkan kepemimpinan dalam pengelolaan publikasi, terutama bagi peneliti senior.

Tentukan Peran Sejak Awal Penelitian

Banyak konflik terkait authorship muncul bukan karena urutan nama, melainkan karena pembagian peran yang tidak dibahas sejak awal.

Sebelum artikel disubmit, sebaiknya tim peneliti menyepakati urutan penulis, menentukan siapa yang menjadi author, serta mendokumentasikan kontribusi masing-masing anggota. Langkah ini juga sejalan dengan praktik transparansi yang kini banyak didorong jurnal melalui standar seperti CRediT (Contributor Roles Taxonomy).

Pada akhirnya, first author dan corresponding bukan dua posisi yang saling mengungguli, melainkan dua peran yang saling melengkapi. Yang terpenting adalah pembagian tanggung jawab yang jelas sehingga proses publikasi berjalan lebih profesional dan minim konflik.

Scroll to Top