Cara Mendaftar ISSN Jurnal Ilmiah, Lengkap dengan Syarat dan Prosedurnya
Bagi jurnal ilmiah, ISSN menjadi salah satu identitas penting yang menunjukkan bahwa publikasi telah terdaftar secara resmi sebagai terbitan berkala.
ISSN (International Standard Serial Number) digunakan untuk mengidentifikasi jurnal, baik versi cetak maupun elektronik. Nomor ini sering menjadi kebutuhan dasar dalam pengelolaan jurnal akademik, terutama untuk keperluan indeksasi, akreditasi, dan administrasi publikasi ilmiah.
Karena itu, banyak pengelola jurnal mulai memahami cara mendaftar ISSN sejak tahap awal pengembangan jurnal.
Pengajuan ISSN Kini Dikelola Perpusnas
Di Indonesia, layanan ISSN saat ini dikelola oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).
Sebelumnya, pengelolaan ISSN berada di bawah BRIN. Namun kini seluruh proses pengajuan dilakukan melalui sistem ISSN Perpusnas, termasuk pendaftaran jurnal baru maupun pembaruan data penerbitan.
Karena itu, pengelola jurnal perlu memastikan seluruh data dan dokumen telah disiapkan sebelum memulai proses pengajuan secara online.
Siapa yang Bisa Mengajukan ISSN?
ISSN umumnya diajukan oleh institusi atau penerbit yang memiliki publikasi ilmiah berkala, seperti:
- perguruan tinggi,
- lembaga penelitian,
- organisasi profesi,
- asosiasi akademik,
- maupun penerbit jurnal independen.
Yang terpenting, jurnal memiliki struktur penerbitan yang jelas dan diterbitkan secara berkelanjutan.
Cara Mendaftar ISSN untuk Jurnal Ilmiah
Secara umum, proses pengajuan ISSN dimulai dengan membuat akun penerbit pada sistem ISSN Perpusnas. Setelah itu, pengelola jurnal perlu mengisi data publikasi dan mengunggah dokumen pendukung untuk proses verifikasi.
Jika seluruh persyaratan dinyatakan sesuai, nomor ISSN akan diterbitkan untuk jurnal tersebut.
Dalam praktiknya, proses verifikasi biasanya memperhatikan kelengkapan struktur jurnal, identitas penerbit, hingga konsistensi penerbitan.
Syarat dan Dokumen yang Disiapkan Sebelum Mendaftar ISSN
Sebelum melakukan pendaftaran ISSN, jurnal perlu memenuhi beberapa syarat sekaligus menyiapkan dokumen pendukung agar proses verifikasi berjalan lancar.
Secara umum, jurnal harus sudah memiliki minimal 1 edisi terbit dan menunjukkan bahwa penerbitan dilakukan secara aktif dan berkelanjutan. Dalam satu edisi, jurnal biasanya memuat beberapa artikel ilmiah (umumnya minimal 5 artikel) serta memiliki struktur editorial yang jelas.
Selain itu, pengelola jurnal juga perlu menyiapkan:
- Halaman sampul jurnal sebagai identitas terbitan
- Daftar redaksi (editorial board) untuk menunjukkan struktur pengelola
- Daftar isi jurnal sebagai bukti publikasi aktif
- Identitas penerbit serta legalitas seperti NIB atau akta, termasuk KBLI yang disesuaikan dengan bidang usaha penerbitan
- Website jurnal (untuk versi online) yang akan dicek kelayakan dan keaktifannya
- Frekuensi terbit jurnal sebagai gambaran komitmen penerbitan, dengan syarat minimal sudah ada 1 edisi terbit
- Dokumen kerja sama atau MoU (wajib) sebagai penguat kredibilitas, biasanya dengan kampus, lembaga penelitian, organisasi profesi, atau institusi akademik lain yang relevan dengan bidang jurnal.
Perbedaan ISSN Cetak dan Elektronik
ISSN dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ISSN cetak dan ISSN elektronik.
Jika jurnal diterbitkan dalam dua format sekaligus, maka masing-masing versi memerlukan nomor ISSN yang berbeda. Karena itu, pengelola jurnal perlu menentukan format publikasi sejak awal agar proses administrasi lebih tertata.
Memahami cara mendaftar ISSN penting bagi pengelola jurnal yang ingin membangun publikasi ilmiah secara profesional dan kredibel.
Dengan memenuhi syarat penerbitan, memiliki struktur editorial yang jelas, serta menyiapkan dokumen pendukung secara lengkap, proses mendaftar ISSN dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui sistem yang disediakan Perpusnas.
Baca juga : Perbedaan ISSN dan ISBN: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya di Dunia Publikasi
